sambut aku dengan senyummu
bila aku pulang
peluk aku usap peluh
kuringankan beban di pundakkutelah jauh ku berjalan
mengarungi sang waktu hanya untukmu
cobaku petik bintanglaluku bawa pulang itu hanya untukmusambut aku dengan cintamu saat aku pulangsentuh aku basuh perih kuhilangkan letih di tubuhkutelah jauh ku berjalan
mengarungi sang waktu hanya untukmu
cobaku petik bintang
laluku bawa pulang itu hanya untukmukuingin kau jadi tempatdimana aku bersandar dari penat letihkukuingin kau jadi tempat
dimana aku berhenti tuk tenangkan jiwaku
Ke mana pun angin berhembus menuntun langkahkuMemahat takdir hidupku di siniMasih tertinggal wangi yang sempat engkau titipkanMengharumi kisah hidupku iniMeski kuterbang jauh melintasi sang waktuKe mana pun angin berhembus, ku pasti akan kembaliKulukiskan indah wajahmu di hamparan awanBiar tak jemu kupandangi selaluKubiarkan semua cintamu membius jiwakuYang memaksaku merindukan dirimuMeski langit memikatku dengan sejuta senyumAku takkan tergoyahkan, aku pasti akan kembaliMeski kuterbang jauh melintasi sang waktuKe mana pun angin berhembus, ku pasti akan kembaliMeski langit memikatku dengan sejuta senyumKe mana pun angin berhembus, ku pasti akan kembali
::
Anda pernah membuat tembok dengan menyusun batu bata dan merekatkannya dengan semen ?
Kelihatannya gampang membuat tembok dengan batu bata: tinggal tuangkan seonggok semen, sedikit ketok sana, sedikit ketok sini.
Ketika saya mulai memasang batu bata, saya ketok satu sisi untuk
meratakannya, sisi lainnya jadi naik. Lalu saya ratakan sisi itu, batu
batanya jadi melenceng. Setelah saya ratakan kembali, sisi yang pertama jadi terangkat lagi. Wah..ternyata tdk segampang yg dibayangkan...
Nah...Sebagai seorang Santri di pondok yang tidak punya banyak dana
untuk membangun gedung maka mengerjakan sendiri sedikit demi sedikit
dinding dan bangunan dari batu bata tsb sbg tempat utk belajar adalah
alternatif terbaik yang bisa di tempuh.
Saya akhirnya memulai
pekerjaan yang sebenarnya adalah hal yang baru buat saya. Saya pastikan
setiap batu bata terpasang sempurna, tak peduli berapa lama jadinya.
Akhirnya saya menyelesaikan tembok batu bata saya yang pertama dan saya berdiri dibaliknya untuk mengagumi hasil karya saya.
Saat itulah saya memperhatikannya --- . “ Oh, tidak! -- saya telah
keliru menyusun dua batu bata”. Semua batu bata lain sudah lurus, tetapi
ada dua bata yang tampak miring. Mereka terlihat jelek sekali. Mereka
merusak keseluruhan tembok. Mereka meruntuhkan dan merusak keindahan
tembok tsb.
Saat itu, semennya sudah terlanjur terlalu keras
untuk mencabut dua batu bata itu, jadi saya bertanya kepada kepala
pondok, apakah saya boleh membongkar tembok itu dan membangun kembali
tembok yang baru, atau kalau perlu, meledakkannya sekalian.
Saya telah membuat kesalahan dan saya menjadi gundah gulana. Kepala
pondok bilang " Tidak perlu, biarkan saja temboknya seperti itu."
Ketika saya membawa para tamu pertama berkunjung keliling pondok
setengah jadi kami tsb, saya selalu menghindari membawa mereka melewati
tembok bata yang saya buat. Saya tak suka jika ada orang yang
melihatnya.
Lalu suatu hari, kira-kira 3-4 bulan setelah saya
membangun tembok itu, saya berjalan dengan seorang pengunjung dan saya
lupa membawa pengunjung tsb ke dekat tembok yang saya bangun, dan dia
melihatnya.
"itu sebuah tembok yang indah," Ia berkomentar dengan santainya.
"Pak," saya menjawab dengan terkejut, "apakah kacamata Anda tertinggal
di mobil ? Apakah penglihatan Anda sedang terganggu? Tidakkah Anda
melihat dua batu bata jelek yang merusak keseluruhan tembok itu?"
Ucapan dia selanjutnya telah mengubah keseluruhan pandangan saya
terhadap tembok itu, berkaitan dengan diri saya sendiri dan banyak aspek
lainnya dalam kehidupan. Dia berkata,"Ya, Saya dapat melihat dua bata
jelek itu, tetapi saya juga dapat melihat 998 batu bata yang bagus.
"Saya tertegun. Untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga bulan, saya
mampu melihat batu bata - batu bata lainnya selain dua bata jelek itu.
Di atas, di bawah, sebelah kiri, dan sebelah kanan dari dua batu bata
jelek itu adalah batu bata - batu bata yang bagus, batu bata yang
sempurna.
Lebih dari itu, jumlah bata yang terpasang sempurna, jauh lebih banyak daripada dua batu bata jelek itu.
Sebelumnya mata saya hanya terpusat pada dua kesalahan yang telah saya
perbuat, saya terbutakan akan hal - hal lainnya. itulah sebabnya saya
tak tahan melihat tembok itu, atau tak rela membiarkan orang lain
melihatnya juga, itulah sebabnya saya ingin menghancurkannya.
Sekarang saya dapat melihat batu bata - batu bata yang bagus, tembok itu
jadi tampak tak terlalu buruk lagi. itu menjadi, seperti yang dikatakan
pengunjung itu, "Sebuah tembok yang indah."
Tembok itu masih
tetap berdiri sampai sekarang, setelah dua puluh tahun, tetapi saya
sudah lupa persisnya di mana dua bata jelek itu berada. Saya benar-benar
tak dapat melihat kesalahan itu lagi.
Para member KCPH yang
saya cintai semua, Berapa banyak sebenarnya orang yang memutuskan
hubungan atau bercerai karena semua yang mereka lihat dari diri
pasangannya adalah "dua bata jelek" ?
Berapa banyak diantara
kita yang menjadi depresi atau bahkan ingin bunuh diri, karena semua
yang kita lihat dalam diri kita hanyalah"dua bata jelek" ?
Pada
kenyataannya, ada banyak, jauh lebih banyak batu bata yang bagus--di
atas, di bawah, ke kiri, ke kanan dari yang jelek--tetapi pada saat itu
kita tak dapat melihatnya, mata kita hanya terfokus pada kekeliruan yang
kita perbuat. Semua yang kita lihat adalah kesalahan, dan kita mengira
hanya ada kekeliruan semata, karenanya kita ingin menghancurkannya. Dan
terkadang, sayangnya, kita benar-benar menghancurkan sebuah "tembok yang
indah".
Kita semua memiliku "dua bata jelek", tetapi bata yang
baik dalam diri kita masing-masing,jauh lebih banyak daripada yang
jelek. Begitu kita melihatnya, semua akan tampak tak begitu buruk lagi.
Bukan hanya kita dapat berdamai dengan diri sendiri, termasuk dengan
kesalahan-kesalahan kita, tetapi kita juga dapat menikmati hidup damai
dan bahagia bersama keluarga dan rekan-rekan kita.
Saya telah
beberapa kali menceritakan anekdot ini. Pada suatu pertemuan, seorang
tukang bangunan mendatangi dan memberitahukan saya tentang rahasia
profesinya."Kami para tukang bangunan selalu membuat kesalahan,"
katanya, "tetapi kami bilang ke pelanggan kami bahwa itu adalah "ciri
unik" yang tiada duanya di rumah-rumah tetangga. Lalu kami menagih biaya
tambahan ratusan ribu rupiah! "
Jadi, "ciri unik" di rumah
Anda bisa jadi awalnya adalah suatu kesalahan. Dengan cara yang sama,
Apa yang Anda kira sebagai kesalahan pada diri Anda, Rekan Anda, atau
hidup pada umumnya, dapat menjadi sebuah "ciri unik", yang memperkaya
hidup Anda di dunia ini, begitu Anda tidak terfokus padanya.
"So Enjoy Your Life and be Happy"
Seorang sopir turun dari mobil mewah di depan
pemakaman umum. Ia berjalan menuju pos penjaga & berkata, "Pak,
tolong temui bos saya di mobil, karna Ia sedang sekarat"
Sang
penjaga segera berjalan. Seorang Wanita Ɣªήg Lemah, berwajah Sendu
membuka pintu mobilnya, tersenyum & berkata, "Saya Ny Steven Ɣªήg
selama ini mengirim uang agar Anda membeli bunga & menaruhnya di
atas makam anakku. Saya ucapkan terima kasih atas kesediaan & kebaikan anda."
"Oh, jadi nyonya ya, tapi sebelumnya saya minta maaf. Memang uang itu
saya belikan bunga tapi tak pernah saya taruh bunga itu di pusara anak
nyonya." jawab sang penjaga.
"Apa?" Tanya wanita itu gusar.
"Ya, karna orang mati takkan pernah melihat keindahan bunga. Karnanya
saya berikan bunga itu pada mereka Ɣªήg di RS atau orang bersedih Ɣªήg
saya jumpai. Orang hiduplah Ɣªήg bisa nikmati Keindahan & Keharuman
bunga itu" jawab sang penjaga.
Wanita itu terdiam & akhirnya pergi.
3 bulan kemudian, datanglah seorang wanita cantik berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan.
"Selamat pagi, apa masih ingat saya? Saya Ny. steven. Terima kasih atas
nasehat anda dulu. Anda benar, memperhatikan & membahagiakan Ɣªήg
masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi Ɣªήg sudah tiada "
"Ketika saya antarkan bunga itu ke RS atau panti jompo, tak hanya buat
mereka bahagia, sayapun jadi turut bahagia. Sampai dokter tak tahu
mengapa saya bisa sembuh. Akhirnya saya yakin bahwa suka cita &
berbagi adalah OBAT Ɣªήg paling Mujarab"
Jangan terus terperangkap di kubangan Kesedihan.
Kebahagiaan Sejati Ketika Kita bisa berbagi dengan Orang lain.
"Dengan Kita menolong orang lain, sesungguhnya Kita sedang menolong Diri Sendiri"
.
A ; Accept, Terima diri anda sebagaiman adanya.
B ; Believe, Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup.
C ; Care, Pedulilah pada kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup anda.
D ; Direct, Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri.
E ; Earn, Terimalah penghargaan yang diberikan orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik.
F ; Face, Hadapi masalah dengan benar dan yakin.
G ; Go, Berangkatlah dari kebenaran.
H ; Homework, Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk mengumpulkan informasi.
I ; Ignore, Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan.
J ; Jealously, Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri. Jadi, hindarilah.
K ; Keep, Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal.
L ; Learn, Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya lagi.
M ; Mind, Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain.
N ; Never, Jangan pernah QUIT dan PUTUS ASA.
O : Observe, Amatilah segala hal disekeliling anda, Perhatikan, Dengar dan belajar dari orang lain.
P ; Patience, Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha.
Q ; Question, Pertanyaan diperlukan untuk mencari jawaban yang benar dan menambha ilmu.
R ; Respect, Hargai diri sendiri dan juga orang lain.
S ; Self Confidence, Self Esteem, Self Respect,
Percaya diri, harga diri, citra diri, dan penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang.
T ; Take, Bertanggung jawab, atas setiap tindakan anda.
U ; Understand, Pahami bahwa hidup berjalan naik turun.
V ; Value, Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik.
W ; Work, Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo’a.
X ; X’tra, Usaha lebih keras membawa keberhasilan.
Y ; You, Anda dapat membuat suatu yang berbeda.
Z ; Zero, Usaha nol membawa hasil nol pula.
Yang tinggal di gunung merindukan pantai.
Yang tinggal di pantai merindukan gunung.
Di musim kemarau merindukan musim hujan.
Di musim hujan merindukan musim kemarau.
Yang berambut hitam mengagumi yang pirang.
Yang berambut pirang mengagumi yang hitam.
Diam di rumah merindukan bepergian.
Setelah bepergian merindukan rumah.
Ketika masih jadi karyawan ingin jadi Entrepreneur supaya punya kebebasan waktu.
Begitu jadi Entrepreneur ingin jadi karyawan, biar tidak pusing.
Waktu tenang mencari keramaian.
Waktu ramai mencari ketenangan.
Saat masih bujangan, pengen punya suami ganteng/istri cantik.
Begitu sudah dapat suami ganteng/istri cantik, pengen yang biasa-biasa saja, bikin cemburu aja/takut selingkuh..
Punya anak satu mendambakan banyak anak.
Punya banyak anak mendambakan satu anak saja.
Kita tidak pernah bahagia sebab segala sesuatu tampak indah hanya sebelum dimiliki.
Namun setelah dimiliki tak indah lagi.
Kapankah kebahagiaan akan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan
apa yang belum ada, namun mengabaikan apa yang sudah dimiliki tanpa
rasa syukur ?
‘Semoga kita menjadi pribadi yang yang senantiasa bersyukur dengan berkah yang sudah kita miliki’
‘Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun kecil’
Jangan menutupi hati kita, walaupun hanya dengan sebuah pikiran negatif.
Bila hati kita tertutup, tertutuplah semua.
Syukuri apa yang ada, karena hidup adalah anugerah bagi jiwa-jiwa yang ikhlas.
Seorang eksekutif muda sedang beristirahat
siang di sebuah kafe terbuka. Sambil sibuk mengetik di laptopnya, saat
itu seorang gadis kecil yang membawa beberapa tangkai bunga
menghampirinya.
”Om beli bunga Om.”
”Tidak Dik, saya tidak butuh,” ujar eksekutif muda itu tetap sibuk dengan laptopnya.
”Satu saja Om, kan bunganya bisa untuk kekasih atau istri Om,” rayu si gadis kecil.
Setengah kesal dengan
nada tinggi karena merasa terganggu keasikannya si pemuda berkata,
”Adik kecil tidak melihat Om sedang sibuk? Kapan-kapan ya kalo Om butuh
Om akan beli bunga dari kamu.”
Mendengar ucapan si pemuda,
gadis kecil itu pun kemudian beralih ke orang-orang yang lalu lalang di
sekitar kafe itu. Setelah menyelesaikan istirahat siangnya,si pemuda
segera beranjak dari kafe itu. Saat berjalan keluar ia berjumpa lagi
dengan si gadis kecil penjual bunga yang kembali mendekatinya. ”Sudah
selesai kerja Om, sekarang beli bunga ini dong Om, murah kok satu
tangkai saja.”
Bercampur antara jengkel dan kasihan sipemuda
mengeluarkan sejumlah uang dari sakunya. “Ini uang 2000 rupiah buat
kamu. Om tidak mau bunganya, anggap saja ini sedekah untuk kamu,” ujar
si pemuda sambil mengangsurkan uangnya kepada si gadis kecil.
Uang itu diambilnya, tetapi bukan untuk disimpan, melainkan ia berikan
kepada pengemis tua yang kebetulan lewat di sekitar sana. Pemuda itu
keheranan dan sedikit tersinggung.
”Kenapa uang tadi tidak kamu ambil, malah kamu berikan kepada pengemis?”
Dengan keluguannya si gadis kecil menjawab,
”Maaf Om, saya sudah berjanji dengan ibu saya bahwa saya harus menjual
bunga-bunga ini dan bukan mendapatkan uang dari meminta-minta. Ibu saya
selalu berpesan walaupun tidak punya uang kita tidak bolah menjadi
pengemis.”
Pemuda itu tertegun, betapa ia mendapatkan pelajaran
yang sangat berharga dari seorang anak kecil bahwa kerja adalah sebuah
kehormatan, meski hasil tidak seberapa tetapi keringat yang menetes dari
hasil kerja keras adalah sebuah kebanggaan. Si pemuda itu pun akhirnya
mengeluarkan dompetnya dan membeli semua bunga-bunga itu, bukan karena
kasihan, tapi karena semangat kerja dan keyakinan si anak kecil yang
memberinya pelajaran berharga hari itu